Pages

Monday, January 7, 2019

Tersangkut Prostitusi Online, Polisi Masih Blokir Rekening VA dan SA

Liputan6SCTV, Surabaya - Polisi masih terus menyelidiki kasus prostitusi online yang menyeret VA dan AS. Meski keduanya telah diizinkan pulang, namun hingga kini polisi masih memblokir rekening kedua artis cantik ini. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (7/1/2019), dari lima orang yang diamankan, polisi menetapkan ES dan TN sebagai tersangka, dalam perkara prostitusi online yang menyeret nama sejumlah artis.

Kedua tersangka bertindak sebagai mucikari yang menawarkan jasa prostitusi online melalui aplikasi percakapan dan mengatur pertemuan.

Guna penyelidikan lebih lanjut, polisi telah memblokir rekening ke lima orang yang kemarin diamankan, termasuk rekening VA dan AS. Keduanya masih berstatus sebagai saksi. 

Sebelum meninggalkan kantor kepolisian, artis sinetron dan foto model itu sempat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Meski diizinkan pulang, keduanya masih dikenakan wajib lapor untuk melengkapi proses penyidikan. (Galuh Garmabrata)

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/news/read/3864875/tersangkut-prostitusi-online-polisi-masih-blokir-rekening-va-dan-sa

Fakta-Fakta Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Liputan6.com, Jakarta - Usai menyebabkan tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, kondisi Gunung Anak Krakatau terus dipantau. Gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini pun terus erupsi.

Bahkan, pada Sabtu, 5 Januari 2019, Gunung Anak Krakatau mengalami 24 kali kegempaan letusan, 4 kali kegempaan embusan, dan terjadi gempa tremor menerus.

Zona waspada tsunami juga masih diterapkan pada radius 500 meter dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah atau elevasi kurang dari lima meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menyusul perkembangan letusan Gunung Anak Krakatau.

"Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada dalam beraktivitas di pantai atau pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 meter dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah," kata Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, 5 Januari 2019.

Pemberlakuan tersebut berdasarkan informasi Badan Geologi terkait perkembangan letusan Gunung Anak Krakatau serta mempertimbangkan kondisi lereng atau tebing dasar laut ataupun kondisi potensi kegempaan di Selat Sunda. Demikian dilansir Antara.

Hingga Sabtu, 5 Januari 2019 Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau Level III. Terjadi 24 kali letusan dan terpantau asap kawah berwarna putih, kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 300 hingga 1.000 meter di atas puncak kawah.

Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) Kementerian ESDM merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah.

Terakhir, menurut Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Windi Cahya Untung untuk periode pengamatan 6 Januari 2019, pukul 00.00 sampai dengan 24.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan letusan sebanyak 46 kali, amplitudo 15-30 mm, durasi 35-105 detik.

Berikut 2 kondisi terakhir Gunung Anak Krakatau yang dihimpun Liputan6.com:

Let's block ads! (Why?)

https://m.liputan6.com/news/read/3864673/fakta-fakta-kondisi-terkini-gunung-anak-krakatau