Pages

Tuesday, May 7, 2019

Kajian UGM soal Rencana Pemindahan Ibu Kota

Ketiga, pemindahan ibu kota tidak serta-merta akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional. Ia berpendapat untuk pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi perlu dilakukan rancangan tersendiri.

Nizam mengungkapkan salah satu usulan adalah pengembangan industri dan industrialisasi Kalimantan, dengan memanfaatkan dan mengolah sumber daya alam yang melimpah. Penekanan pada peningkatan nilai tambah melalui pemrosesan hasil tambang atau mineral dan perkebunan alias produk derivatif.

Ia menuturkan potensi sumber energi dari Kalimantan juga sangat melimpah, mulai dari gas alam, batubara, hingga nuklir. Potensi ini juga mendukung syarat industrialisasi, yakni ketersediaan sumber bahan baku, energi, dan akses pelabuhan.

Nizam menilai, jika sumber daya manusia yang unggul, maka akselerasi pembangunan untuk pertumbuhan sekaligus pemerataan dapat dilakukan.

"Untuk itu perlu disusun rencana yang komprehensif agar industrialisasi berjalan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan fungsi ekologis alam yang ada," kata Nizam.

Tidak hanya itu, Nizam menambahkan karena saat ini Indonesia sudah masuk dalam masyarakat ASEAN, dan Jakarta secara de facto merupakan ibu kota ASEAN, maka di samping pemindahan pusat pemerintahan ke ibu kota negara yang baru, disarankan untuk menjadikan Jakarta sebagai ibu kota ASEAN yang dapat memfasilitasi pertemuan-pertemuan internasional.

Dia juga menyebut pembangunan ibu kota baru harus sejak awal didasarkan pada prinsip smart and green (capital) city. "Rencana pemindahan ibu kota juga harus inklusif, melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas," dia menandaskan.

Simak video pilihan berikut ini:

Mamuju disebut Jusuf Kalla jadi calon ibu kota negara Indonesia yang baru.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/regional/read/3959482/kajian-ugm-soal-rencana-pemindahan-ibu-kota

No comments:

Post a Comment