Pages

Wednesday, November 7, 2018

Liga 1 2018: 3 Pemain Terbaik Pekan Ke-29

Jakarta - Laga-laga pekan ke-29 Liga 1 2018 berakhir Senin (5/11). Total, 33 gol tercipta dari sembilan pertandingan yang digelar selama sepekan.

PSM Makassar belum tersentuh di pucuk klasemen Liga 1 2018 setelah mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 4-2 (4/11/2018). Tambahan tiga poin membuat Juku Eja kini mengemas 53 poin.

Sementara Persija Jakarta harus turun ke peringkat tiga klasemen setelah takluk 0-3 dari Persebaya Surabaya (4/11/2018). Klub berjulukan Macan Kemayoran itu kini mengemas 48 poin.

Adapun Persib Bandung naik ke peringkat kedua setelah mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 (3/11/2018). Maung Bandung tertinggal empat poin dari PSM di pucuk.

Tak hanya di papan atas, persaingan pun semakin ketat di papan bawah. Perseru Serui naik ke peringkat 16 setelah mengalahkan Mitra Kukar dengan skor 3-1 (4/11/2018).

Adapun PSMS Medan berusaha keluar dari zona merah dengan meraih kemenangan 3-2 dari Borneo FC (4/11/2018). Namun, tambahan tiga poin tetap tak mengubah posisi Ayam Kinantan di dasar klasemen.

Lalu, siapa saja pemain-pemain yang mampu tampil impresif bersama klubnya di pekan ke-29 Liga 1 2018? Berikut ini nama-nama pemain yang layak mendapatkan predikat pemain terbaik versi Bola.com:

Let's block ads! (Why?)

https://m.liputan6.com/bola/read/3686273/liga-1-2018-3-pemain-terbaik-pekan-ke-29

Kemenhub: Infrastruktur RI Terbaik Ketiga di ASEAN Itu Luar Biasa

Sebelumnya, Bank Dunia atau World Bank Group melaporkan iklim berusaha atau berbisnis Indonesia kini tercatat semakin membaik.

Indikator perbaikan tersebut ditunjukan dari kemudahan memperoleh pinjaman dan juga pendaftaran untuk properti.Namun, peringkat kemudahan berusaha Indonesia tercatat turun dari posisi 72 menjadi 73.

Itu disebabkan perbaikan (improvements) RI masih kalah besar jika dibandingkan negara-negara tetangga atau negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Adapun jika dilihat berdasarkan EoDB Ranking 2019, posisi Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam di peringkat ke-69, Singapura posisi ke-2, Malaysia di posisi 15, dan Thailand yang menempati posisi ke-27.

Bank Dunia menyebutkan, tidak semua indikator dimasukkan dalam perhitungan kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) 2019 dari Bank Dunia itu. Salah satunya ialah sentimen politik dari dalam negeri.

"Kami tidak memasuki sentimen politik, hanya undang-undang dan peraturan. Jadi tidak ada sentimen politik yang memang dimasukan ke dalam perhitungan indeks," tutur Arvin Jain Senior Economist and Statiscian World Bank Group dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di Malaysia, Kamis (1/11/2018).

Pada laporan EoDB 2019, ada 11 indikator dari Bank Dunia yang menjadi acuan penilaian bagi Indonesia. Adapun indikator terendah RI ditempati oleh Enforcing Contracts (penegakan kontrak) yakni baru mencapai 47,23 persen. 

Untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha itu, Arvin menyarankan RI sebaiknya melihat kebijakan apa yang paling dimungkinkan untuk direalisasikan sesuai konteks yang dibutuhkan saat ini.

"EoDB ini merupakan alat untuk regulator, jadi ini bergantung pada pembuat kebijakan (di Indonesia) untuk menerapkan praktik-praktik terbaik di masing-masing negara dan merealisasikan sesuai konteks yang dibutuhkan negara," terangnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ekonomi Indonesia diperkirakan masih dapat catatkan pertumbuhan baik pada 2018. Adanya momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) diharapkan dapat dongkrak konsumsi masyarakat Indonesia sehingga berdampak ke pertumbuhan ekonomi.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3686393/kemenhub-infrastruktur-ri-terbaik-ketiga-di-asean-itu-luar-biasa