Pages

Wednesday, July 3, 2019

Goyang SJK Jadoel Semarakkan Halal Bi Halal Lintas Komunitas

Liputan6.com, Jakarta - Satu komunitas menggelar acara halal bi halal usai Hari Raya Idul Fitri tentu hal biasa. Namun, menjadi tidak biasa jika halal bi halal itu digelar keroyokan, gabungan lebih dari satu, dua, lima, bahkan sepuluh komunitas.

Itulah yang terjadi akhir pekan lalu. Tak kurang dari 10 komunitas ikut ambil bagian di halal bi halal keroyokan ini. Sebut saja Glam Rock Comunity Indonesia (GRCI), Rock Hits, Queenindo, Bon Jovi Indonesia (BJI), Indonesian Bloodbrothers, Komunitas Penikmat Kopi (KoPik), Piring Meleleh (Pimel), Hits 80-90's Jaksel & Sekitarnya, GT Ners, Hits Maker, serta Lele Swag3.

Sabtu, 29 Juni 2019, bertempat di The Gade Coffee & Gold, Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, mereka berkumpul, berlsilaturahmi. Untuk tajuk acara dipilihlah "Halal bi Halal Lintas Komunitas."

Menariknya, komunitas-komunitas ini datang dari berbagai latar belakang berbeda. GRCI, BJI, Rock Hits, Queenindo, serta Indonesian Bloodbrothers adalah komunitas berlatar belakang musik. Sementara, Hits 80-90's Jaksel, Hits Maker, dan GT Ners dibentuk lantaran kecintaan mereka terhadap hal-hal yang berbau 1980-90-an.

Ada juga komunitas yang berlatar belakang kesukaan terhadap kuliner, seperti Pilmel. Atau KoPik, yang merupakan perkumpulan orang-orang penikmat kopi.

Namun begitu, mereka, para membernya, memiliki ikatan kuat satu sama lain. Mungkin karena banyak di antara mereka, yang menjadi member di lebih dari satu dari 10 komunitas di atas. Fakta itu pula yang menjadi ide awal digelarnya halal bi halal keroyokan ini.

"Intinya, kami ingin silaturahmi dengan kawan-kawan. Nah, daripada datang ke satu-satu halal bi halal komunitas, sekalian aja deh digabung jadi satu," ujar Neng JA, salah seorang penggagas acara yang berasal dari komunitas KoPik.

Menariknya, mereka tak butuh lama mempersiapkan acara ini. Bahkan, tidak ada struktur panitia yang secara khusus mereka bentuk, seperti ketua, misalnya.

"Persiapannya hanya beberapa hari kok," ujar A Eko Cahyanto, penggagas acara lainnya, yang juga admin GRCI. "Kita kerjakan sama-sama, kita tanggung sama-sama. Untuk konsumsi misalnya, masing-masing komunitas urunan."

2 dari 3 halaman

Semarak dan Cair

Gelaran halal bi halal ini sendiri berlangsung semarak. Sebab, panitia membuat acara ini begitu cair. Mereka berkumpul, bersilaturahmi, bergembira ria bersama.

Sejumlah acara pun disiapkan panitia. Yang paling favorit tentu saja live music, di mana band band yang tampil merupakan perwakilan dari masing-masing komunitas.

Ada Hysteria, Traffic Jam, MOS, The Bynals, Jack Roses feat Tito, Zembelewek, serta Duo Wisnu-Troy. Tampil pula Moby Dick, band rock asal Jakarta, yang baru saja merilis debut album.

Selain itu, banyak juga gift yang dibagikan dalam bentuk door prize. Hadiah-hadiah untuk door prize ini juga merupakan sumbangan masing-masing komunitas, seperti kopi, kaus, suvenir, dan makan.

Yang menarik, panitia juga secara khusus mendatangkan sketser alias pembuat sketsa wajah andal, Mbah Darmo dan Feriendas Ndas. Nah, banyak pengunjung yang minta dibuatkan sketsa wajahnya.

3 dari 3 halaman

SKJ Bikin Heboh

Acara halal bi halal ini semakin heboh karena di sela-sela acara juga digelar Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88 persembahan Hits 80-90's Jaksel. Karuan saja semua peserta halal bi halal ikut bernostalgia, maklum SKJ ini memang sangat terkenal di era 1980-90-an.

Alhasil, bukan hanya para member Hits 80-90's Jaksel, hampir seluruh peserta halal bi halal juga ikut bergoyang SKJ Jadoel ini.

Acara yang digelar hingga sekitar pukul 22.00 WIB ini memang bisa dibilang berlangsung sukses. Menurut catatan panitia, tak kurang dari 150 orang hadir.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua komunitas serta pengisi acara yang berpartipasi di halal bi halal ini. Semoga persaudaraan dan persahabatan kita bisa langgeng," ujar Eko, yang sempat membuat heboh saat tampil bersama bandnya, Hysteria.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4003449/goyang-sjk-jadoel-semarakkan-halal-bi-halal-lintas-komunitas

Babak Baru Kasus Pernikahan Sedarah Warga Bulukumba

Liputan6.com, Bulukumba - Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Bulukumba mulai mendalami kasus pernikahan sedarah yang dilakukan oleh Ansar (32) terhadap adik kandungnya Fitri (21). Rencananya, dua saksi dari kerabat terlapor akan menjalani pemeriksaan Kamis, 4 Juli 2019, besok. 

"Besok, kita akan melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Mereka Syamil selaku kerabat dan satunya lagi bernama Ambo Tuo selaku ayah dari pelapor," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra saat dikonfirmasi, Rabu 3 Juli 2019.

Selain memeriksa dua saksi itu, polisi juga akan meminta keterangan Ratna, saudara kandung Ansar. Ratna diketahui telah melakukan panggilan video saat Ansar dan Fitri melangsungkan pernikahan.

"Dia diketahui cukup tahu banyak terkait pernikahan ini. Karena, dia dikabarkan sempat berkomentar," Bery menjelaskan. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus berusaha mencari tahu lokasi pasti pernikahan saudara sekandung itu.

Informasi terakhir yang diterima pihak kepolisian pernikahan antara Ansar dan Fitri itu berlangsung di sekitar Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. 

"Selain itu, kita masih mendalami dan melakukan penyelidikan terkait TKP perzinahannya apakah dilakukan di Bulukumba, Makassar ataukah Kalimantan. Karena terlapor ini sebelumnya sempat ke Makassar berdua dan bermalam tiga hari," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Istri Sah Lapor Polisi

Sebelumnya, Ansar (32) membuat geger warga Bulukumba, Sulawesi Selatan karena menikahi adik kandungnya sendiri Fitri (21). Pernikahan keduanya berlangsung beberapa waktu lalu di perantuan mereka berdua di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, Ansar sebenarnya telah memiliki istri bernama Hervina (28) yang menetap di kampung halaman mereka di Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ansar pun terpaksa menikahi adik kandungnya itu lantaran sang adik telah hamil empat bulan usai keduanya berhubungan badan.

"Saya sudah melapor ke Polres Bulukumba. Saya harap saya bisa mendapat keadilan dan kepastian hukum dan berharap polisi bisa segera menangkap Ansar," kata Hervina usai melaporkan suami sahnya itu di Polres Bulukumba, Senin (1/7/2019).

Hervina selama ini tidak pernah sedikit pun menaruh curiga kepada suaminya itu atas kedekatan dia dengan adiknya sendiri. Menurut dia, kedekatan antara kakak dan adik merupakan sesuatu hal yang wajar dan bisa dimaklumi.

"Saya selama ini tidak pernah curiga. Sama sekali tidak pernah. Setelah ini saya akan minta cerai," ungkap Hervina.

Ruslan, kakak kandung Ansar membenarkan kabar yang telah menajadi viral di media sosial itu. Ruslan menyebutkan bahwa Ansar adalah anak ketiga dan benar telah menikahi adiknya sendiri.

"Kami tujuh orang bersaudara. Dia menikah dengan adik yang bungsu. Kalau bisa diproses hukum. Seandainya masih berlaku hukum adat maka saya juga meminta untuk dilakukan hukum adat," kata Ruslan.

Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan membenarkan ihwal laporan tentang pernikahan sedarah tersebut. Dia pun berjanji akan memproses laporan tersebut.

"Kami sudah menerima laporan yang bersangkutan dan melakukan penyelidikan dengan mengambil beberapa keterangan dari beberapa kerabat korban. Berdasarkan informasi korban, pelaku saat ini berada di Kalimantan dan di sana melakukan pernikahan," katanya.

Simak video pilihan berikut ini:

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/regional/read/4004208/babak-baru-kasus-pernikahan-sedarah-warga-bulukumba