Pages

Tuesday, February 5, 2019

Trik Rahasia Banyumas Turunkan Angka Penderita DBD

Liputan6.com, Banyumas - Januari 2019, Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di sejumlah wilayah di Jawa Tengah, tak terkecuali di Banyumas. Curah hujan tinggi dinilai memicu cepatnya penularan penyakit mematikan ini.

Di RT 02/1 Desa Datar Kecamatan Baturraden misalnya, sebanyak 27 orang mendadak demam hanya dalam jangka sepekan. 16 di antaranya mesti dirawat di rumah sakit.

Belakangan, dari 16 orang yang dilarikan ke rumah sakit itu, hanya empat yang positif terjangkit demam berdarah dengue. Lainnya, hanya demam Dengue. Daya tahan tubuh dan perawatan tepat menghindarkan belasan orang itu dari fase demam berdarah.

Tak berhenti di desa Datar, demam berdarah Dengue rupanya juga mewabah di daerah lainnya, seperti Karangklesem Kecamatan Purwokerto Selatan, Berkoh, Kedungbanteng, Cilongok dan 10 desa lainnya.

“Satu orang meninggal dunia di Karangklesem, ya Purwokerto Selatan. Tapi belum kita publikasikan, karena kita masih mendata secara rinci,” kata Kepala Seksi Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Banyumas, Arif Sugiono, Senin, 4 Februari 2019.

Dinas Kesehatan Banyumas pun bertindak cepat. Foging atau pengasapan dilakukan di wilayah terdeteksi ada persebaran demam berdarah dengue. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pun digelar massal, melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Tak hanya wilayah yang sudah ada penderita demam berdarah Dengue, PSN juga dilakukan di desa-desa yang bukan endemis. Hasilnya, tren angka penderita demam berdarah dengue di Banyumas menurun pada pekan terakhir Januari dan awal Februari 2019 ini.

2 dari 2 halaman

Kualitas PSN

Arif mengklaim penurunan itu tak lepas dari keberhasilan program pencegahan penularan melalui Foging dan perbaikan kualitas PSN. Tetapi, Dinas Kesehatan Banyumas pun masih terus memantau pergerakan angka penderita. Bisa saja, rumah sakit terlambat melaporkan kasus DBD yang ditanganinya.

“Tapi trennya memang menurun,” ucapnya.

Arif mengungkapkan, pada pekan pertama Januari 2018 terjadi sembilan kasus DBD. Kemudian meningkat pada pekan kedua dengan 11 kasus dan pekan ketiga 10 kasus. Namun, pada pekan keempat Januari dan awal Februari 2019, terdata hanya dua penderita baru DBD.

“Sampai terakhir ini menurun memang. Jadi ada peningkatan kualitas PSN, begitu,” dia mengklaim.

Edukasi untuk memperbaiki kualitas PSN juga dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah, terutama permukiman relatif bebas dari jentik nyamuk Aedes Aegypti. PSN secara tuntas dinilai sebagai upaya paling efektif mengantisipasi penyebaran demam berdarah dengue.

Caranya yakni dengan mendorong masyarakat untuk membersihkan area pekarangan, seperti potongan bambu atau ban bekas yang dapat menampung air dan jadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

“Jadi jika selama ini PSN hanya mengutek-utek yang di dalam rumah, ada belakang kulkas, bak mandi, hanya itu saja. Tetapi kalau sekarang sudah memperhatikan yang berada di luar rumah,” dia menerangkan.

Sepanjang Januari ini, gerakan PSN telah dilakukan di seluruh desa dan kelurahan di Banyumas. Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah mem-foging 14 titik di seluruh Banyumas yang terindikasi sebagai wilayah persebaran DBD.

“Kita juga berkoordinasi lintas OPD untuk memastikan program penanggulangan DBD tidak terkendala,” dia menambahkan.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/regional/read/3887560/trik-rahasia-banyumas-turunkan-angka-penderita-dbd

No comments:

Post a Comment