Pages

Wednesday, June 5, 2019

Lebaran, Kisah Sukses Proses Melokalkan Idul Fitri

Sedangkan laku papat adalah empat perilaku. Ini meliputi lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Djawahir menyitir penjelasan Umar Khayam bahwa tradisi dan pemaknaan ini merupakan bagian dari strategi dakwah Sunan kalijaga.

"Lebaran itu akar katanya lebar yang berarti usai. Sebagai penanda berakhirnya waktu puasa," kata Djawahir.

Sedangkan luberan memiliki kata dasar luber atau berlimpah. Luberan bisa dimaknai keberlimpahan, bisa pula melimpahkan atau sengaja membuat luber. Maksudnya adalah agar melimpahnya rezeki bisa diimbangi dengan melimpahkan rezeki dengan wujud sedekah.

"Ini langkah melokalkan perintah membayar zakat. Namun, bagi masyarakat Jawa, maknanya menjadi lebih dalam karena selain menjalankan perintah, juga wujud memahami perintah agar peduli kepada sesama," katanya.

Laku ketiga adalah leburan. Ini dimaksudkan sebagai proses saling melebur. Pada momen Idul Fitri, semua dosa dan kesalahan sebaiknya memang dilebur dengan saling memaafkan satu sama lain.

Berikutnya adalah laburan. Berasal dari kata labur atau kapur. Kapur adalah zat yang secara tradisional difungsikan sebagai penjernih air dan pemutih dinding. Ini adalah simbol pengingat agar manusia selalu menjaga kejernihan hati satu sama lain.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/ramadan/read/3983103/lebaran-kisah-sukses-proses-melokalkan-idul-fitri

No comments:

Post a Comment